Jakarta – Jumlah penumpang kereta cepat Whoosh diprediksi meningkat hingga 20 persen selama periode arus balik Lebaran, seiring tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal.
Peningkatan ini diperkirakan terjadi dalam beberapa hari setelah Lebaran hingga puncak arus balik.
Lonjakan Penumpang Diperkirakan Terjadi
Operator kereta cepat Whoosh menyebut tren peningkatan penumpang sudah mulai terlihat sejak awal arus balik.
“Kami memproyeksikan kenaikan sekitar 20 persen dibanding hari normal,” ujar perwakilan operator.
Penumpang didominasi oleh masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
Layanan dan Kapasitas Disiapkan
Untuk mengantisipasi lonjakan, operator telah menyiapkan peningkatan layanan, termasuk optimalisasi jadwal perjalanan dan kesiapan armada.
Petugas juga disiagakan di stasiun untuk membantu kelancaran proses keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Fasilitas pendukung seperti ruang tunggu dan layanan informasi turut diperkuat.
Keunggulan Waktu Tempuh Jadi Pilihan
Kereta cepat Whoosh menjadi salah satu pilihan masyarakat karena menawarkan waktu tempuh yang singkat dan kenyamanan perjalanan.
Hal ini membuat moda transportasi tersebut semakin diminati, terutama pada periode arus balik.
Imbauan kepada Penumpang
Masyarakat diimbau untuk membeli tiket lebih awal dan memastikan jadwal keberangkatan sesuai rencana perjalanan.
Penumpang juga diminta datang lebih awal ke stasiun untuk menghindari keterlambatan.
Antisipasi Puncak Arus Balik
Lonjakan penumpang diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.
Operator akan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian layanan guna memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat selama arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan terkendali.