Cakupan Penerima Bansos Berubah, Penduduk Nyaris Miskin Tak Lagi Dapat, adalah isu yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Kebijakan baru ini bikin penduduk yang dulunya hampir dapat bansos sekarang harus gigit jari, bro. Nah, alasan di balik perubahan ini, dampak ekonominya, dan siapa saja yang terdampak, jadi hal menarik yang harus kita kulik lebih dalam.
Sejarah bansos di Indonesia sudah panjang, tapi dengan kriteria baru yang diterapkan, banyak yang merasa tertinggal. Mari kita lihat lebih jauh tentang kriteria terbaru dan tantangan yang dihadapi, khususnya bagi mereka yang nyaris miskin dan butuh dukungan pemerintah.
Latar Belakang Perubahan Kebijakan Bansos

Perubahan kebijakan penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan. Kenapa sih, tiba-tiba bansos untuk penduduk nyaris miskin dicabut? Nah, di sinilah pentingnya kita ngebahas latar belakang dari perubahan ini. Bansos, yang dulunya jadi jaminan buat masyarakat yang terjebak dalam kondisi ekonomi yang sulit, kini mengalami penyesuaian yang mungkin bikin banyak orang angkat alis. Yuk, kita kupas tuntas.
Alasan Perubahan Kebijakan Penerima Bansos
Perubahan kebijakan bansos ini dipicu oleh beberapa faktor penting yang harus kita ketahui. Pertama, ada faktor ekonomi yang mempengaruhi kebijakan ini. Pemerintah berusaha menyesuaikan anggaran negara dengan kondisi perekonomian yang berfluktuasi. Saat pandemi, banyak orang yang kehilangan pekerjaan, dan bansos jadi semacam penyelamat. Namun, seiring dengan pemulihan ekonomi, alokasi anggaran untuk bansos perlu dipertimbangkan kembali.
- Fluktuasi Ekonomi: Perubahan ekonomi, termasuk inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, berpengaruh besar terhadap kestabilan anggaran. Dalam hal ini, pemerintah harus bijak dalam mendistribusikan bansos agar tepat sasaran.
- Peningkatan Jumlah Penerima: Dengan semakin banyaknya orang yang berhak, anggaran bansos makin terbebani. Terlebih lagi, banyak program lain yang juga butuh dana, seperti pendidikan dan kesehatan.
- Efisiensi Program Bansos: Pemerintah ingin memastikan bahwa bansos benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Perubahan kebijakan ini bisa jadi langkah untuk menyesuaikan kriteria penerima agar lebih efisien.
Dampak Ekonomi yang Mempengaruhi Kebijakan
Dampak ekonomi dari perubahan kebijakan bansos ini juga cukup signifikan. Misalnya, pencabutan bansos bagi penduduk nyaris miskin bisa berujung pada peningkatan angka kemiskinan. Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan hidup pada bansos bisa jadi kesulitan. Beberapa kelompok yang terdampak antara lain:
- Keluarga dengan Penghasilan Rendah: Mereka yang penghasilannya nyaris di bawah garis kemiskinan akan merasakan dampak yang cukup besar.
- Pekerja Informal: Banyak pekerja di sektor informal yang tidak memiliki jaminan sosial dan sangat bergantung pada bansos.
- Pelajar dan Mahasiswa: Dengan berkurangnya dukungan, pendidikan mereka bisa terancam.
Sejarah Penerimaan Bansos di Indonesia
Bansos di Indonesia punya sejarah panjang. Dari dulu, pemerintah telah menerapkan berbagai program untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Misalnya, pada tahun-tahun awal reformasi, bansos menjadi bagian penting dari strategi penanggulangan kemiskinan. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang terjadi dalam sistem pemberian bansos.
| Tahun | Program Bansos | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1998 | Operasi Pasar | Pemberian sembako untuk masyarakat yang terkena dampak krisis ekonomi. |
| 2005 | Bantuan Langsung Tunai (BLT) | Diberikan untuk membantu masyarakat miskin pasca kenaikan harga BBM. |
| 2020 | Bansos COVID-19 | Pemberian bansos untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. |
Kriteria Penerima Bansos yang Baru
Bansos atau bantuan sosial emang selalu jadi topik hangat di kalangan masyarakat. Apalagi dengan perubahan kriteria penerima yang baru ini, ada banyak yang merasa perlu tahu lebih dalam. Kriteria terbaru ini pastinya bikin perubahan signifikan, terutama bagi mereka yang dulunya mendekati garis kemiskinan. Nah, mari kita gali lebih dalam tentang kriteria baru ini dan apa dampaknya buat warga.
Kriteria Penerima Bansos yang Diperbarui
Dengan adanya pembaruan kriteria penerima bansos, pemerintah berharap bisa lebih tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan. Kriteria yang baru ini dirancang untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke orang-orang yang bener-bener membutuhkan. Berikut adalah kriteria terbaru yang harus dipenuhi untuk bisa menerima bansos:
- Pendapatan bulanan di bawah batas yang ditetapkan.
- Memiliki anggota keluarga yang tidak bekerja atau kehilangan pekerjaan.
- Rumah tangga yang terdampak langsung akibat pandemi atau bencana.
- Data yang valid dan terverifikasi melalui sistem yang telah ditentukan.
Perbandingan Kriteria Lama dan Baru
Untuk lebih memahami perbedaan kriteria penerima bansos ini, yuk kita lihat tabel berikut yang merangkum kriteria lama dan kriteria baru:
| Kriteria | Kriteria Lama | Kriteria Baru |
|---|---|---|
| Pendapatan Bulanan | Di bawah Rp 1.500.000 | Di bawah Rp 1.200.000 |
| Status Pekerjaan | Tidak ada batasan | Anggota yang tidak bekerja atau terdampak pemutusan kerja |
| Data Validitas | Hanya berdasarkan laporan masyarakat | Terverifikasi melalui sistem digital |
Tantangan dalam Penerapan Kriteria Baru
Walaupun ada niatan baik di balik penetapan kriteria baru ini, tentu saja ada tantangan yang mengikutinya. Pertama, masalah validitas data. Data yang tidak akurat bisa bikin orang yang seharusnya dapat bansos, malah nggak kebagian. Selain itu, ada juga tantangan dari segi sosialisasi. Banyak orang yang belum paham tentang kriteria baru ini, jadi penting banget untuk melakukan kampanye informasi yang jelas.
Potensi Ketidakadilan dalam Penentuan Kriteria
Selalu ada potensi ketidakadilan dalam penentuan kriteria bansos. Misalnya, ada orang yang sebenarnya butuh bantuan tapi datanya tidak terdaftar dalam sistem. Atau, sebaliknya, ada yang mungkin tidak layak tapi ternyata terdaftar. Semua ini bisa bikin persepsi negatif di masyarakat, apalagi jika bantuan tidak tepat sasaran. Makanya, penting untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar semua yang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan yang semestinya.
Dampak Perubahan pada Penduduk Nyaris Miskin: Cakupan Penerima Bansos Berubah, Penduduk Nyaris Miskin Tak Lagi Dapat
Yoi, jadi kita udah tahu nih kalau cakupan penerima bansos berubah, dan yang jadi sorotan adalah penduduk nyaris miskin yang kehilangan akses ke bantuan tersebut. Nah, ini pasti berdampak banget, terutama buat mereka yang sebelumnya bergantung sama bantuan itu. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang dampak yang terjadi dan apa saja langkah yang bisa diambil oleh mereka.
Dampak Kehilangan Akses Bansos
Perubahan ini bikin penduduk nyaris miskin merasakan dampak yang signifikan. Mereka yang sebelumnya mengandalkan bansos buat memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan sehari-hari, kini harus mencari cara lain. Hal ini jelas nambah beban mereka dan bisa memperburuk kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, beberapa dari mereka mungkin juga kehilangan akses ke layanan kesehatan yang sebelumnya bisa diakses karena dukungan finansial dari bansos.Langkah-langkah alternatif yang bisa diambil oleh mereka antara lain:
- Mencari pekerjaan tambahan atau sampingan untuk menambah penghasilan.
- Memanfaatkan komunitas lokal untuk saling membantu dan berbagi sumber daya.
- Menjalin kerjasama dengan kelompok usaha kecil untuk meningkatkan peluang ekonomi.
- Mengikuti pelatihan keterampilan yang disediakan oleh lembaga non-pemerintah.
Reaksi Masyarakat Terhadap Perubahan
Reaksi masyarakat terhadap perubahan ini beragam, dan ini terlihat dari bagaimana mereka menyikapi situasi baru ini. Beberapa di antaranya merasa kecewa dan frustrasi, sementara yang lain mencoba beradaptasi dengan cepat. Berikut adalah beberapa reaksi masyarakat yang bisa kita lihat:
- Keluhan di media sosial tentang ketidakpuasan terhadap keputusan pemerintah.
- Forum diskusi di komunitas lokal tentang cara mengatasi kesulitan ekonomi.
- Inisiatif penggalangan dana untuk membantu mereka yang terkena dampak.
- Peningkatan partisipasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Kelompok yang Tersisih
Pemerintah punya peran yang sangat penting dalam mendukung kelompok yang tersisih akibat perubahan kebijakan ini. Mereka seharusnya bisa memberikan alternatif solusi lain untuk mengurangi dampak negatif. Misalnya, pemerintah bisa memperluas program pelatihan kerja, memberikan insentif bagi pengusaha yang menyerap tenaga kerja, atau bahkan mengembangkan program bantuan sosial yang lebih inklusif.Dengan langkah-langkah konkret dari pemerintah, diharapkan kelompok yang terdampak bisa kembali bangkit dan tidak terjebak dalam kemiskinan yang berkepanjangan.
Solusi dan Rekomendasi bagi Pemerintah
Gengs, sekarang ini banyak banget yang lagi ngebahas tentang perubahan cakupan penerima bansos. Nah, dengan adanya perubahan ini, tentu aja kita perlu memikirkan solusi dan rekomendasi yang pas buat pemerintah. Bansos itu penting, tapi jangan sampai ada yang terlewat, terutama kelompok yang ngerasa mereka butuh bantuan. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang langkah apa yang bisa diambil agar semua masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Kebijakan Pendukung untuk Kelompok Tertentu, Cakupan Penerima Bansos Berubah, Penduduk Nyaris Miskin Tak Lagi Dapat
Sebagai langkah awal, pemerintah perlu merancang kebijakan yang lebih inklusif. Ini penting banget supaya semua kelompok yang tidak memperoleh bansos juga dapat perhatian. Kebijakan ini harus berlandaskan data yang akurat dan analisis yang mendalam. Misalnya, bisa dilakuin dengan:
- Membuat sistem pendataan yang lebih baik, jadi tidak ada lagi yang terlewat.
- Menetapkan kriteria penerima bansos yang lebih fleksibel, sehingga banyak yang bisa terakomodasi.
- Melibatkan pemangku kepentingan lokal untuk identifikasi kebutuhan masyarakat.
Program-Program Sosial yang Diperkenalkan
Program-program sosial yang baru bisa jadi solusi menarik untuk mendukung masyarakat yang nyaris miskin. Misalnya, program pelatihan keterampilan yang bisa meningkatkan daya saing. Pemerintah bisa:
- Meluncurkan program beasiswa untuk pendidikan dan pelatihan kerja.
- Menawarkan bantuan modal untuk usaha kecil.
- Menjalin kerjasama dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja.
Keterlibatan Masyarakat dalam Proses
Ngomongin keterlibatan masyarakat, ini juga nggak kalah penting. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Mereka yang lebih paham tentang kondisi di lapangan. Beberapa cara untuk melibatkan masyarakat adalah:
- Mengadakan forum dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mendengar langsung suara mereka.
- Memberikan ruang bagi komunitas untuk mengusulkan program yang mereka butuhkan.
- Melibatkan relawan lokal untuk menyebarkan informasi tentang bansos dan program sosial.
Langkah-Langkah Konkret untuk Mendukung Masyarakat Terdampak
Akhirnya, pemerintah perlu menyusun langkah-langkah konkret untuk mendukung masyarakat yang terdampak. Semua ini harus terukur dan jelas, agar tidak hanya jadi wacana. Beberapa langkah yang bisa diambil adalah:
- Melakukan pemantauan berkala terhadap penerima bansos dan dampaknya.
- Membangun jaringan dukungan bagi mereka yang kesulitan mengakses layanan.
- Menyiapkan anggaran yang cukup untuk program-program baru ini.
Dengan berbagai solusi dan rekomendasi ini, diharapkan pemerintah bisa lebih responsif dalam mengatasi masalah masyarakat. Jangan sampe ada yang tertinggal, ya!
Tindak Lanjut dan Pemantauan
Kebijakan bansos yang baru ini pastinya perlu diperhatikan lebih lanjut, gaes. Kita harus paham seberapa efektif perubahan ini dalam membantu masyarakat, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan. Jadi, mari kita bahas beberapa poin penting tentang tindak lanjut dan pemantauan kebijakan ini.
Rencana Pemantauan untuk Kebijakan Baru
Setelah penerapan kebijakan bansos yang baru, penting banget untuk punya rencana pemantauan yang terstruktur. Kita perlu tahu apakah bantuan yang diberikan sampai ke tangan yang tepat. Dengan pemantauan yang baik, kita bisa melihat apakah kebijakan ini benar-benar berdampak positif atau justru sebaliknya. Rencana ini harus melibatkan pengumpulan data yang akurat dan analisis yang mendalam.
Indikator Keberhasilan
Ada beberapa indikator yang bisa kita gunakan untuk menilai keberhasilan kebijakan bansos ini. Beberapa di antaranya adalah:
- Jumlah penerima bansos yang benar-benar membutuhkan bantuan.
- Perubahan tingkat kemiskinan di daerah yang mendapatkan bantuan.
- Tingkat kepuasan penerima bansos terhadap proses dan jumlah bantuan yang diterima.
- Stabilitas ekonomi masyarakat setelah menerima bantuan.
Dengan indikator yang jelas, kita bisa lebih mudah menilai apakah kebijakan ini berhasil atau perlu disesuaikan.
Keterlibatan LSM dalam Pemantauan
Peran LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) sangat krusial dalam pemantauan kebijakan ini. Mereka bisa membantu mengawasi distribusi bansos dan memastikan bahwa semua berjalan lancar. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh LSM antara lain:
- Mengumpulkan data mengenai penerima bansos dan memverifikasi informasi tersebut.
- Memberikan laporan tentang efektivitas kebijakan kepada pemerintah.
- Melibatkan masyarakat untuk memberikan feedback tentang bantuan yang diterima.
- Berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan transparansi dalam distribusi bantuan.
Dengan keterlibatan LSM, transparansi dan akuntabilitas kebijakan bisa terjaga dengan baik.
Strategi Komunikasi untuk Edukasi Masyarakat
Masyarakat perlu tahu tentang perubahan dalam kebijakan bansos ini. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang efektif sangat penting. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
- Menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang perubahan kebijakan.
- Melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui pertemuan komunitas.
- Menyiapkan materi edukasi yang mudah dipahami, seperti poster atau video.
- Memberikan akses informasi melalui aplikasi atau website resmi pemerintah.
Dengan strategi komunikasi yang baik, masyarakat akan lebih paham dan bisa memanfaatkan bantuan yang tersedia secara optimal.
Analisis Sosial dan Ekonomi
Jadi gini, kebijakan baru soal bansos yang sekarang lagi ramai dibahas ini ternyata punya efek jangka panjang yang bisa bikin ekonomi lokal bergetar, bro. Gak cuma itu, perubahan dalam penerima bansos juga bisa berpengaruh banget terhadap kesehatan masyarakat. Yuk, kita selami bareng dampak-dampak yang mungkin muncul dari situasi ini.
Efek Jangka Panjang terhadap Ekonomi Lokal
Kebijakan baru ini bisa dibilang bikin ekonomi lokal jadi lebih dinamis, tapi juga bisa bikin resiko di beberapa area. Misalnya, kalau penduduk yang dulunya menerima bansos udah gak dapet lagi, mereka mungkin akan lebih menekan pengeluaran. Ini bisa bikin pasar lokal sepi, karena daya beli turun. Di sisi lain, ada juga kemungkinan mereka yang dulunya gak berhak, mulai berusaha lebih keras untuk memperbaiki kondisi finansialnya, sehingga bisa muncul wirausaha-wirausaha baru di lingkungan tersebut.
- Pengurangan Daya Beli: Masyarakat yang kehilangan bantuan bakal lebih berhati-hati dalam belanja. Ini bisa menyebabkan turunnya pendapatan untuk pedagang lokal.
- Peningkatan Usaha Kecil: Beberapa orang mungkin bakal ngelihat peluang untuk memulai usaha baru untuk menutupi kebutuhan hidup.
- Inovasi Sosial: Munculnya komunitas yang saling mendukung di lingkungan setempat untuk membantu satu sama lain, mungkin lewat program-program sosial.
Pengaruh Perubahan Penerima Bansos terhadap Kesehatan Masyarakat
Nah, yang satu ini juga gak kalah penting. Ketika bansos dipangkas, kesehatan masyarakat bisa jadi terancam. Orang-orang yang dulunya mengandalkan bantuan buat mengakses layanan kesehatan mungkin jadi terbatas. Misalnya, kunjungan ke dokter bisa berkurang karena biaya yang harus ditanggung sendiri.
- Stres dan Kesehatan Mental: Hilangnya bantuan bisa bikin orang jadi stres, dan stres ini bisa berujung pada masalah kesehatan mental yang lebih serius.
- Akses Nutrisi Buruk: Dengan berkurangnya dana, mungkin orang-orang jadi kesulitan buat beli makanan bergizi, sehingga kesehatan fisik juga terganggu.
Dampak Psikologis bagi Penduduk yang Tidak Lagi Menerima Bantuan
Gak bisa dipungkiri, kehilangan bantuan ini juga bikin dampak psikologis. Bagi yang merasa terbantu dengan bansos, kehilangan ini bisa bikin mereka merasa tertekan. Terlebih, ada stigma sosial yang mungkin muncul, di mana mereka merasa dianggap gagal atau tidak mampu.
Ngomong-ngomong soal tempat tinggal, ada info menarik tentang nowtoto. Tempat ini bisa jadi pilihan kece buat kalian yang pengen nyari rumah di daerah yang strategis dan cozy. Jadi, jangan sampai kelewatan info seru ini ya!
“Perubahan dalam bantuan sosial bisa mempengaruhi tidak hanya kondisi ekonomi, tapi juga mental dan emosi masyarakat yang terlibat.”Dr. Rahmat Hidayat, Ahli Psikologi Sosial
Kesimpulan Dampak Sosial dan Ekonomi
Dari semua yang udah kita bahas, jelas banget kalau perubahan dalam penerima bansos ini enggak cuma berdampak di satu sisi aja. Dampaknya bisa meluas ke banyak aspek, mulai dari ekonomi lokal hingga kesehatan dan psikologis masyarakat. Ini adalah momen yang penting bagi kita untuk terus mengawasi dan memahami bagaimana kebijakan ini berjalan ke depannya.
Analisis Sosial dan Ekonomi
Ngomongin tentang bansos, pasti yang terbayang adalah dampaknya ke masyarakat, terutama yang lagi struggle. Nah, dengan adanya perubahan penerima bansos ini, jelas ada efek jangka panjang yang bisa bikin ekonomi lokal jadi berubah. Gak cuma itu, kondisi kesehatan masyarakat juga bisa ikutan terpengaruh, plus ada sisi psikologis yang gak bisa diabaikan. Mari kita ulik satu per satu.
Efek Jangka Panjang Terhadap Ekonomi Lokal
Penerima bansos yang baru berdampak pada pola konsumsi di tingkat lokal. Kalau dulu, masyarakat yang dapat bantuan bisa lebih leluasa belanja kebutuhan sehari-hari. Dengan perubahan ini, ada kemungkinan pengeluaran mereka berkurang, yang akhirnya memengaruhi perputaran uang di pasar lokal. Bayangin aja, kalo orang-orang yang dulu rutin belanja di warung atau pasar lokal sekarang jadi lebih irit, pasti dampaknya kerasa banget.
- Perubahan pola konsumsi bisa bikin usaha kecil menengah (UKM) kesulitan bertahan.
- Ekonomi lokal yang bergantung pada belanja masyarakat bisa melambat.
- Ada potensi peningkatan pengangguran di sektor informal yang biasanya diisi oleh para pedagang kecil.
Pengaruh Perubahan Penerima Bansos Terhadap Kesehatan Masyarakat
Ketika bantuan sosial berkurang, kesehatan masyarakat ikut terpengaruh. Tanpa dukungan finansial, akses ke makanan bergizi bisa jadi berkurang. Ini berisiko buat kesehatan jangka panjang mereka. Misalnya, banyak yang jadi lebih rentan terhadap penyakit karena kurangnya asupan gizi yang memadai.
- Penurunan status gizi pada anak-anak dapat terjadi, yang berdampak pada perkembangan mereka.
- Masyarakat yang sudah rentan jadi lebih sulit untuk mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.
Dampak Psikologis bagi Penduduk yang Tidak Lagi Menerima Bantuan
Nah, ini dia yang sering kali terabaikan. Gak cuma di aspek finansial, tapi juga secara psikologis, penduduk yang kehilangan akses ke bansos bisa merasakan dampak yang cukup signifikan. Rasa kehilangan dan ketidakpastian bisa bikin mereka merasa tertekan.
Eh, jadi pelatih Iran itu ternyata nggak merasa puas meski timnya udah lolos ke final AFC Futsal 2026, loh. Dia bilang masih banyak yang perlu diperbaiki sebelum bener-bener happy. Kalo kamu mau tahu lebih lanjut, cek aja Pelatih Iran Tak Senang Meski Lolos ke Final AFC Futsal 2026.
- Stres dan kecemasan meningkat karena mereka harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Kemandirian yang semula ada bisa terganggu, mengubah cara mereka berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
“Perubahan dalam dukungan sosial bisa memicu efek domino yang memengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan individu.”Ahli Ekonomi Sosial, Dr. Aulia Rahman
Ringkasan Akhir
Jadi, perubahan ini membawa banyak dampak yang harus diperhatikan, terutama bagi penduduk nyaris miskin yang kini tak lagi mendapatkan bantuan. Pemerintah perlu segera merespons dengan kebijakan baru dan program sosial yang tepat agar tidak ada yang terpinggirkan. Mari kita berharap, semua pihak bisa berkolaborasi untuk mencari solusi yang lebih baik demi keadilan sosial.
Panduan Tanya Jawab
Apa penyebab perubahan kriteria penerima bansos?
Perubahan ini disebabkan oleh penyesuaian terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang berubah.
Siapa saja yang terdampak oleh perubahan ini?
Penduduk nyaris miskin dan kelompok masyarakat yang sebelumnya menerima bansos kini tidak lagi memenuhi syarat.
Apa langkah alternatif bagi penduduk yang tidak lagi menerima bansos?
Mereka bisa mencari program bantuan lain atau berpartisipasi dalam pelatihan keterampilan.
Bagaimana pemerintah bisa mendukung kelompok yang tersisih?
Pemerintah perlu merancang kebijakan yang inklusif dan memperkenalkan program-program sosial baru.
Apa saja indikator keberhasilan kebijakan baru ini?
Indikator keberhasilan bisa meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.